Kamis, 31 Mei 2012

Masjid Kuno Rembitan


1)       Lokasi
Rembitan adalah nama sebuah desa, di wilayah Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Berjarak lebih kurang 3 km dari ibu kota Kecamatan Sengkol, dan mataram ibu kota Nusa Tenggara Barat. Kondisi topografi wilayah ini merupakan daerah perbukitan yang dilintasi jalan raya menuju kawasan wisata pantai selatan pulau Lombok.

Bangunan masjid kuno rembitan terletak di tengah-tengah perkampungan penduduk. Bila masjid kuno di gunung pujut terletak pada bagian puncak bukit, tidak demikian halnya dengan masjid kuno rembitan di desa rembitan. Masjid kuno ini kendati terletak pada bagian atas bukit, namun tidak berada di puncaknya. Beberapa rumah penduduk ada yang letaknya lebih tinggi dari pada lokasi bangunan masjid tersebut.

2)       Fiisik Bangunan
Bangunan Masjid kuno Rembitan berukuran 7,80 m X 7,60 m. disebelahnya terdapat sebuah kolam dalamnaya 2,50 m. dengan garis tengah bagian atas 5 m dan bagian bawahnya 3 m. pondasi atau lantai bangunan tersebaut terbuat dari tanah. Secara fisik, baik prototife maupun bahan dasr bangunan tersebut sama dengan masjid kuno yang ada di Gunung Pujut.yanga terhgolang khas pada banguna ini adalah tali temali menggunakan bahan ijuk dan tali soat, yaitu sejenis akar gantung pada tumbuhan hutan. Tali mengikat atap ( alang-alang ) menggunakan “ male “.

Bentuknya memiliki cirri khas yaitu:

1.     Mihrab pada dinding barat tidak menunjukkan arah kiblat yang tepat.
2.     Bentuk atap tumpang, dengan cirri khas bagian bawah menjurai, kira-kira satu meter dari pondasi (“bataran”)
3.     Hanya ada bangunan inti tanpa serambi yang didukung oleh 4 buah tiang utama dan beberapa tiang keliling
4.     Atap dari alang dan ijuk, dindingnya dari bamboo (“bedeq”)
Bila penduduk melakukan renovasi jenis bahan maupun jumlah bilangannya masih tetap dipertahankan, karena berkaiatan dengan system kepercayaan mereka.

3)       Tinjauan Sejarah dan Arkeologis
Bangunan masjid kuno Rembitan merupakan satu diantara beberapa buah bangunan majsid kuno di Lombok. Adapun cirri-ciri yang menunjukkan kekunoannya ialah :
 
1.     Mihrab pada dinding barat tidak menunjukkan araj kiblat yang tepat.
2.     Bentuk atap tumpang, dengan cirri khas bagian bawah menjurai, kira-   kira satu meter dari pondasi (“bataran”)
3.     Hanya ada bangunan inti tanpa serambi yang didukung oleh 4 buah tiang utama dan beberapa tiang keliling
4.     Atap dari alang dan ijuk, dindingnya dari bamboo (“bedeq”)

Cirri-ciri tersebut tidak hanya pada masjid Kuno Rembitan saja akan tetapi terdapat juga pada Masjid Gunung Pujut ( di Kecamatan Pujut ) dan Masjid bayan Belek ( di Kecamatan bayan ), Kabupaten Lombok Barat ). Perbedaanya hanya pada bahan baku atapnya ( bambu )

Adanya beberapa persamaan pada ketiga bangunan masjid kuno tersebut, memperkuat dugaan bahwa ketiga bangunan masjid itu di bangun pada masa yang bersamaan, yaitu pada masa awal berkembangnya agama Islam di Lombok. Data otentik yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya secara ilmiah tentang kapan dibangunnya Masjid Kuno Rembitan ini memang belum ditemukan.

Cerita tradisi yang masih hidup di kalangan penduduk desa Rembitan dan sekitarnya mengatakan bahwa masjid ini dibangun pada sekitar abad ke-16. Babad Lombok menyebutkan bahwa agama islam masuk ke Lombok dibawa oleh sunan Prapen, Putra Sunan Giri dari Gresik. Dibangunnya Masjid Kuno Rembitan sering di hubungkan dengan nama seorang tokoh penyebar agama islam di daerah Rembitan dan sekitarnya, yaitu Wali Nyatoq, yang makamnya terdapat di bukit Nyatoq, kira-kira 2 kilometer sebelah timur desa Rembitan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar